Masak…

sejak ditinggal mami kemaren, terpaksa dapur yang setelah sekian lama ga dijamah, akhirnya terjamah juga.

bolak-balik buku resep makanan, mencoba mencari resep yang murah meriah tapi enak.. akhirnya.. tereeetttt…. Tahu Telur… hihiihi..

menunggu mas yang biasa lewat depan rumah. dulunya, kalo si mas berusaha teriak “sayuurrr..sayuuurr..” aku pura-pura gak denger, bahkan kadang gak denger sama sekali… tapi sekarang… tunggu dulu!! langkah kakinya dan suaranya harus kucermati, jangan sampai dia berjalan menjauh, dan akhirnya aku yang harus berlari-lari mengejarnya… jangan sampai deh…

hmmmm… tahu, daun bawang, daun seledri, tomat, dan semua bumbu yang akan melengkapi tahu telurku itu semua kubeli. terakhir, aku kudu beli telur 3 butir. maklumlah, isi kulkas bener2 kosong… hiks.. 😦

akhirnya, tiba waktunya aku bereksperimen dengan resep murah meriah tapi enak itu… 30 menit berlalu, dan tereeeeeenngggg….. akhirnya!!!

Tahu telur spesial yang agak keasinan itu pun jadi…

hore…. Tahu Telur pertamaku…

Ambon, 27 Februari 2010 (setelah menikmati tahu telur perdana)

Advertisements

ceRia..

ini disadur dari www.kapanlagi.com

semoga bisa jadi pribadi yang lebih ceria 🙂

Yang Ceria Lebih Tahan Perubahan Cuaca
KapanLagi.com – Tertawa dan bahagia tak hanya membuat kita jadi pribadi yang hangat dan menyenangkan, namun juga memberi efek positif pada kesehatan kita. Studi yang dilakukan Carnegie Mellon University menyatakan mereka yang selalu bahagia, ceria, bersemangat, optimis, dan selalu berpikir positif terbukti lebih jarang terserang masuk angin, tak mudah sakit, tak mudah tertular penyakit, dan memiliki daya tahan tubuh lebih baik saat perubahan cuaca.Hasil riset yang dipublikasikan di Psychosomatic Medicine Journal dan dilansir dari Healtday, Selasa (14/11/06) ini menyatakan perilaku dan pikiran positif menghadapi hidup terbukti bisa membantu meminimalkan infeksi virus saat pergantian musim. Dengan kata lain dalam studi yang sama juga dilakukan pada mereka yang memiliki pandangan negatif atau bisa dibilang sebagai pribadi yang pesimis, cemas, depresi, dan tak percaya diri.Studi yang dipimpin Sheldon Cohen, Professor Psychology dari Carnegie Mellon, ini meneliti 193 responden mulai usia 21 sampai 55 tahun berhubungan dengan sikap dan perilaku mereka setiap hari, mulai dari pribadi yang ceria, bahagia, sering tertawa, bersemang, mudah depresi, stres, minder, dan kurang percaya diri menghadapi situasi. Setelah data terkumpul, para responden ditulari rhinovirus atau virus penyebab influenza. Hasilnya, mereka yang memiliki sikap positif memiliki kekebalan tubuh jauh lebih baik dari mereka yang sering berpikiran negatif. Studi sebelumnya juga menunjukkan sikap diri yang positif yang menjadi kunci utama kesehatan seseorang. Kesimpulannya mereka yang selalu ceria, mudah tersenyum, dan selalu berpikir positif diyakini memiliki tingkat kesehatan yang jauh lebih baik dibanding individu yang berpikiran negatif. (healthday/rit) 


miKroBa daLam RumEn SaPi

ini ngambil dari artikel www.damandiri.or.id

Sistem Pencernaan RuminansiaPencernaan adalah rangkaian proses perubahan fisik dan kimia yangdialami bahan makanan selama berada di dalam alat pencernaan. Prosespencernaan makanan pada ternak ruminansia relatif lebih kompleksdibandingkan proses pencernaan pada jenis ternak lainnya. 

Perut ternak ruminansia dibagi menjadi 4 bagian, yaitu retikulum (perutjala), rumen (perut beludru), omasum (perut bulu), dan abomasum (perut sejati).Dalam studi fisiologi ternak ruminasia, rumen dan retikulum sering dipandangsebagai organ tunggal dengan sebutan retikulorumen. Omasum disebut sebagaiperut buku karena tersusun dari lipatan sebanyak sekitar 100 lembar. Fungsiomasum belum terungkap dengan jelas, tetapi pada organ tersebut terjadipenyerapan air, amonia, asam lemak terbang dan elektrolit. Pada organ inidilaporkan juga menghasilkan amonia dan mungkin asam lemak terbang(Frances dan Siddon, 1993). Termasuk organ pencernaan bagian belakanglambung adalah sekum, kolon dan rektum. Pada pencernaan bagian belakangtersebut juga terjadi aktivitas fermentasi. Namun belum banyak informasi yangterungkap tentang peranan fermentasi pada organ tersebut, yang terletak setelahorgan penyerapan utama. Proses pencernaan pada ternak ruminansia dapatterjadi secara mekanis di mulut, fermentatif oleh mikroba rumen dan secarahidrolis oleh enzim-enzim pencernaan. 

Pada sistem pencernaan ternak ruminasia terdapat suatu proses yangdisebut memamah biak (ruminasi). Pakan berserat (hijauan) yang dimakanditahan untuk sementara di dalam rumen. Pada saat hewan beristirahat, pakanyang telah berada dalam rumen dikembalikan ke mulut (proses regurgitasi),untuk dikunyah kembali (proses remastikasi), kemudian pakan ditelan kembali(proses redeglutasi). Selanjutnya pakan tersebut dicerna lagi oleh enzim-enzimmikroba rumen. Kontraksi retikulorumen yang terkoordinasi dalam rangkaianproses tersebut bermanfaat pula untuk pengadukan digesta inokulasi danpenyerapan nutrien. Selain itu kontraksi retikulorumen juga bermanfaat untukpergerakan digesta meninggalkan retikulorumen melalui retikulo-omasal orifice(Tilman et al. 1982). 

Di dalam rumen terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya.Mikroba rumen dapat dibagi dalam tiga grup utama yaitu bakteri, protozoa danfungi (Czerkawski, 1986). Kehadiran fungi di dalam rumen diakui sangatbermanfaat bagi pencernaan pakan serat, karena dia membentuk koloni padajaringan selulosa pakan. Rizoid fungi tumbuh jauh menembus dinding seltanaman sehingga pakan lebih terbuka untuk dicerna oleh enzim bakteri rumen. 

Bakteri rumen dapat diklasifikasikan berdasarkan substrat utama yangdigunakan, karena sulit mengklasifikasikan berdasarkan morfologinya.Kebalikannya protozoa diklasifikasikan berdasarkan morfologinya sebab mudahdilihat berdasarkan penyebaran silianya. Beberapa jenis bakteri yang dilaporkanoleh Hungate (1966) adalah : (a) bakteri pencerna selulosa (Bakteroidessuccinogenes, Ruminococcus flavafaciens, Ruminococcus albus, Butyrifibriofibrisolvens), (b) bakteri pencerna hemiselulosa (Butyrivibrio fibrisolvens,Bakteroides ruminocola, Ruminococcus sp), (c) bakteri pencerna pati(Bakteroides ammylophilus, Streptococcus bovis, Succinnimonas amylolytica, (d) bakteri pencerna gula (Triponema bryantii, Lactobasilus ruminus), (e) bakteri pencerna protein (Clostridium sporogenus, Bacillus licheniformis). 

Protozoa rumen diklasifikasikan menurut morfologinya yaitu: Holotrichsyang mempunyai silia hampir diseluruh tubuhnya dan mencerna karbohidrat yangfermentabel, sedangkan Oligotrichs yang mempunyai silia sekitar mulutumumnya merombak karbohidrat yang lebih sulit dicerna (Arora, 1989). 

peMbanGkit LisTriK TeNagA KotoRan SaPi

Biogas yang dihasikkan kotoran sapi yang diperam telah banyak dipakai sebagai bahan bakar. Tapi, bagaimana jika kotoran sapi dipakai untuk menghasilkan listrik? Penelitian di Ohio menunjukkan bahwa beberapa mikroorganisme yang ditemukan di dalam kotoran sapi mungkin menjadi sumber energi listrik yang sangat besar.Hasil percobaan menunjukkan, mikroba dalam cairan yang diekstrak dari rumen – bagian terbesar perut sapi – dan difermentasi sebanyak setengah liter menghasilkan listrik 600 milivolt. “Sekitar setengah dari tegangan yang diperlukan sebuah baterai berukuran AA,” kata Ann Christy, peneliti pendamping dan associate professor rekayasa makanan, pertanian, dan biologi di

Ohio
State
University
.Selain dalam cairan rumen, mikroorganisme juga ditemukan pada kotoran sapi. Bahkan, dalam eksperimen serupa para peneliti menggunakan kotoran sapi secara langsung untuk menghasilkan energi fuel cell.Menggunakan kotoran sapi sebagai sumber energi bukanlah ide yang baru. Beberapa petani telah menggunakan gas methan yang dihasilkannya untuk bahan bakar. Tapi, mengubah methan menjadi listrik membutuhkan alat yang mahal. Seorang petani di Kalifornia saja harus menyediakan 280 ribu dollar AS untuk mengoperasikan sistem pengubah methan menjadi listrik.Sedangkan penelitian di Ohio memperlihatkan bagaimana listrik dapat dihasilkan dari mikroorganisme dalam cairan rumen hasil pemecahan selulosa, karbohidrat kompleks yang merupakan komponen utama makanan sapi. Nah, pemecahan komponen inilah yang menghasilkan listrik. Para peneliti menyampaikan temuannya pada pertemuan nasional American Chemical Society di Washington DC, 31 Agustus. Christy dan Rismani-Yazdi memimpin penelitian ini bersama koleganya dari Ohio State University, Olli Touvinnen, seorang profesor mikrobiologi dan Burk Dohenty, seorang profesor ilmu hewan.Mereka mengumpulkan cairan rumen melalui cannula, tabung yang ditanam untuk menghubungkan kulit dengan perut sapi. Dua buah tabung kaca steril dipakai untuk menyimpan cairan masing-masing setinggi 30 centimeter dan berdiameter 15 centimeter.Cairan dalam tabung diberi pembatas dengan material khusus yang dapat dilalui proton saat bergerak dari ruangan bermuatan negatif (anoda) ke positif (katoda). Pergerakan proton yang diikuti elektron melalui piranti elektronika dan kabel yang menghubungkan dua elektroda menghasilkan arus listrik. Bagian anoda berisi cairan rumen dan selulosa sebagai sumber makanan mikroorganisme. Sedangkan bagian katoda diisi potassium ferricyanide, zat kimia yang berguna sebagai agen oksidasi untuk melengkapi rangkaian listrik. Rangkaian tersebut menghasilkan listrik 0,58 volt. Sesudah empat hari, tegangannya turun menjadi 0,2 volt. Saat para peneliti menambah selulosa baru, tegangannya naik kembali.Masih dalam rangkaian penelitian ini, Christy dan Rismani-Yazdi menggunakan kotoran sapi secara langsung untuk membangkitkan listrik. Fuel cell yang dibentuk menghasilkan tegangan 300-400 milivolt. Pada penelitian ini, para peneliti tidak membutuhkan tambahan selulosa untuk memberi makan mikroba. “Kedua penelitian menunjukkan bahwa kotoran sapi suatu ketika bisa menjadi sumber listrik terbarukan yang murah dan cukup besar,” kata Christy. Meskipun demikian masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa fuel cell bertenaga kotoran sapi dapat menghasilkan listrik yang besar. Paling tidak dengan penelitian ini telah terbukti bahwa caran rumen dapat menasilkan listrik.Para peneliti berharap suatu ketika para petani dapat menggunakan limbah peternakannya untuk menghasilkan sumber pembangkit listrik yang besar untuk keperluan sehari-hari. 

 

NoaH’s Ark

ini juga ngambil dari blog teman :p

Noah’s Ark Everything I need to know, I learned from Noah’s
Ark. 🙂

ONE: Don’t miss the boat.

TWO: Remember that we are all in the same boat.

THREE: Plan ahead. It wasn’t raining when Noah built the Ark.

FOUR: Stay fit. When you’re 60 years old, someone may ask you to do something really big.

FIVE: Don’t listen to critics;  just get on with the job that needs to be done.

SIX: Build your future on high ground.

SEVEN: For safety’s sake, travel in pairs.

EIGHT: Speed isn’t always an advantage.

The snails were on board with the cheetahs.

NINE: When you’re stressed, float awhile.

TEN: Remember, the
Ark was built by amateurs; the Titanic by professionals.

ELEVEN: No matter the storm, when you are with God, there’s always a rainbow waiting.

Most people walk in and out of your life……but FRIENDS leave footprint in your heart 

 

 

RaPinYa PengaTuran Air di Kota GuRun

Gersang dan panas. Itulah komentar sepintas lalu sebagian besar orang saat ditanya kondisi Benua Afrika. Namun, komentar umum itu tidak seluruhnya benar, terutama jika kita berada di Maroko, khususnya di kota terbesarnya, yaitu
Casablanca.

Secara umum, Maroko yang berada di barat laut Benua Afrika memang gersang. Apalagi jika kita berada di negara itu pada musim panas yang jatuh bulan Juni-Juli. Selain gersang, angin juga berembus kencang.

Kegersangan ini akan terlihat lebih jelas lagi jika menyusuri jalan darat dari Casablanca hingga Marakech yang merupakan
kota wisata di negara bekas jajahan Perancis ini. Di kiri-kanan jalan sepanjang sekitar 220 kilometer yang menghubungkan kedua
kota itu, umumnya terlihat hamparan gurun pasir.

Namun, situasi di atas tidak berarti 32,7 juta warga negara yang dipimpin Raja Mohammed VI tersebut kesulitan air. Di Casablanca, misalnya, air mudah didapat. Bahkan, lima juta warga
kota yang bangunannya dipenuhi oleh arsitektur art deco ini dapat langsung meminum air yang tiba di rumah-rumah mereka.

Karena itu, nama “perusahaan air minum” di
kota tersebut benar-benar dipertanggungjawabkan sebab air yang mereka hasilkan dapat langsung diminum. Berbeda dengan di
Jakarta di mana air yang dihasilkan Perusahaan Air Minum Jakarta Raya (PAM Jaya) lewat dua mitra swastanya, yaitu PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Thames PAM Jaya (TPJ), baru bertaraf air bersih dan belum air minum. Karena itu, air yang mereka hasilkan harus dimasak dahulu sebelum dikonsumsi.

Penduduk Casablanca yang merupakan
kota terbesar di Maroko juga dapat menikmati layanan air minum selama 24 jam. Jika ternyata pasokan air di rumah mereka terganggu, mereka tinggal menelepon kantor Lydec (Lyonnaise Des Eaux De Casablanca) yang bertugas mendistribusikan air minum di
kota itu. Biasanya, kurang dari 24 jam setelah pengaduan, gangguan sudah dapat diatasi.

Cepatnya penanganan gangguan ini karena pendistribusian air di Casablanca telah dikontrol dengan sistem komputer yang lumayan canggih. Di kantor pusat

Lydec di Angle Avenue

, kontrol ini dilakukan dalam suatu ruangan yang di dalamnya terdapat layar berukuran sekitar 6 x 9 meter.

Di layar itu tertampang semua jaringan air minum di Casablanca yang merupakan
kota dagang di Maroko. Jika terjadi gangguan, di layar itu akan muncul titik warna merah tepat di mana gangguan itu terdapat. Jika letak gangguan dinilai belum jelas, dengan mudah dapat diperjelas dengan menampilkan gambar yang lebih terperinci.

“Gangguan dapat berbentuk teknis atau kimia. Untuk gangguan teknis, misalnya air tidak mengalir, dapat diketahui misalnya lewat penurunan tekanan air dalam pipa. Sementara gangguan kimia, seperti kualitas air yang tidak semestinya, biasanya disebabkan oleh tidak pasnya kandungan kimia di dalam air itu,” ujar Muna, petugas dari Lydec. Dengan sistem modern ini, bentuk dan letak gangguan dapat diketahui kurang dari satu jam setelah terjadi.

Jika yang muncul gangguan kimia, Lydec akan segera menghubungi pemerintah sebagai produsen air untuk memperbaikinya. Pasalnya, semua air yang didistribusikan Lydec berasal dari pemerintah. “Jika kami komplain ke pemerintah, biasanya dalam waktu 24 jam mereka akan segera memperbaikinya,” ujar Muna.

Sementara jika masalah ditemukan dalam distribusi, Lydec akan mengirim petugasnya untuk segera memperbaiki secara cepat dan efisien. Pasalnya, lewat sistem komputer di kantor Lydec, petugas itu sudah tahu letak kerusakan sehingga hanya perlu memastikan penyebab dan besar kerusakan yang terjadi serta cara memperbaikinya.

“Pemantau jaringan pendistribusian air ini kami bangun dengan investasi sekitar 4 juta dollar AS dan beroperasi selama 24 jam dalam sehari serta tujuh hari dalam seminggu,” tutur Muna.

“Belum,” jawab Manajer Relasi Publik PT Palyja Ratna Indrayani saat ditanya apakah PT Palyja sudah memiliki sistem kontrol pendistribusian air bersih seperti milik Lydec.

Belum adanya sistem kontrol pendistribusian seperti yang dimiliki Lydec di atas menjadi salah satu hambatan bagi operator air minum di
Jakarta dalam memantau kualitas dan kuantitas air yang diterima masyarakat, serta menekan persentase kehilangan air yang sekarang mencapai 51 persen.

Bekerja serius

Direktur Lydec Rui Sobral menuturkan, pembangunan sistem kontrol pendistribusian air seperti yang dimiliki Lydec sekarang serta sejumlah hal lain, seperti membuka saluran pengaduan konsumen 24 jam dan penawaran berbagai cara pembayaran tagihan, semata-mata dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.

“Kami harus bekerja sungguh-sungguh untuk memenuhi semua target yang ada dalam kontrak kerja sama,” ucap Sobral.

Sobral menuturkan, Lydec memulai kerja sama dengan Pemerintah Maroko untuk pendistribusian air minum di
Casablanca sejak 1997 dan rencananya akan berlangsung selama 30 tahun. “Sekarang jangkauan pendistribusian pelayanan kami baru sekitar 95 persen. Namun, seperti dicantumkan dalam perjanjian, 15 tahun lagi pelayanan kami sudah mencakup seluruh warga
Casablanca,” tuturnya.

Dalam kontrak, lanjut Sobral, Lydec juga wajib memperbaiki jaringan air minum dan setiap
lima tahun membuat 45.000 sambungan air sosial.

Namun, semua kenyamanan warga
Casablanca dalam menikmati pelayanan pendistribusian air oleh Lydec ini tidaklah gratis. Masyarakat tetap dikenai tarif yang besarnya ditinjau setiap enam bulan.

Campur tangan pemerintah dalam penentuan tarif ini dimaksudkan agar tidak semena-mena dalam menetapkan tarif. Namun, selain memakai ukuran jelas, juga harus disesuaikan dengan kemampuan masyarakat.

Menurut Sobral, pemasukan dari iuran pelanggan selama ini cukup untuk biaya operasional. Sementara pembukaan jaringan baru memakai dana dari pendaftaran pelanggan baru.

Dengan kerja sama dan pembagian tugas yang sehat antara pemerintah dan Lydec, warga
Casablanca dapat menikmati air minum dengan tenang. Bagaimana dengan
Jakarta? ( by :M Hernowo. dalam Kompas, 14 Juli 2006) 

uPaya MeliNdun9i suMbeR aiR

UPAYA melindungi sumber air, saat ini mendapatkan perhatian yang cukup serius dari pemerintah. Hal ini berangkat dari kesadaran masyarakat dan pemerintah bahwa sumber air sebagai unsur lingkungan yang vital merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat menjamin berlanjutnya kehidupan.

Berbagai peraturan perundang-undangan dikeluarkan seperti “Ketentuan-ketentuan Payung”, yang dituangkan dalam Undang-undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang, UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No. 41/1999 tentang Kehutanan, UU No. 7/2004 tentang Sumber Daya Air. Peraturan-peraturan pelaksanaannya antara lain dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No. 22/1982 tentang Tata Pengaturan Air, PP 27/1991 tentang Rawa, PP 35/1991 tentang Sungai, PP 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, PP 16/2004 tentang Penatagunaan Tanah dan Keppres No. 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.

Untuk mendukung upaya-upaya hukum tersebut, Pemda, Prov. Jabar menindaklanjuti dengan mengeluarkan beberapa perda, antara lain Perda No. 3/2001 tentang Pola Induk Pengelolaan Sumber daya Air di Provinsi Jawa Barat, Perda No. 2/2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat, Perda No. 1/2004 tentang Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perda No. 3/2004 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Perda No. 8/2005 tentang Sempadan Sumber Air, yang memperbarui perda-perda yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan saat ini, antara lain Perda No. 20/1995 tentang Garis Sempadan Sungai dan Sumber Air dan Perda No. 12/1997 tentang Pembangunan di Pinggir Sungai dan Sumber Air, merupakan upaya komprehensif dalam melakukan perlindungan, pengembangan pemanfaatan, dan pengendalian sumber daya air. Oleh karena itu, perda ini dimaksudkan untuk penataan bangunan di pinggir sumber air, perlindungan masyarakat dari daya rusak air, penataan lingkungan, dan pengembangan potensi ekonomi agar dapat dilaksanakan sesuai tujuannya.

Dengan kata lain, penetapan daerah sempadan sumber air bertujuan agar :

1. Fungsi sumber air tidak terganggung oleh aktivitas yang berkembang di sekitarnya;
2. Daya rusak air pada sumber air dan lingkungannya dapat dibatasi dan dikendalikan;
3. Kegiatan pemanfaatan dan upaya peningkatan nilai manfaat sumber air dapat memberikan hasil secara optimal, sekaligus menjaga kelestarian fisik dan kelangsungan fungsi sumber air;

4. Pembangunan dan/atau bangunan di pinggir sumber air wajib memerhatikan kaidah-kaidah ketertiban, keamanan, keserasian, kebersihan dan keindahan daerah sempadan sumber air;
5. Para penghuni dan/atau pemanfaat bangunan serta lahan di pinggir sumber air, wajib berperan aktif dalam memelihara kelestarian sumber air.
Ruang lingkup pengaturan daerah sempadan sumber air lintas kabupaten/kota yang dikelola oleh pemerintah daerah, meliputi penetapan garis sempadan, pengaturan bangunan di pinggir garis sempadan, pembinaan dan pengawasan, penataan dan pemanfaatan daerah sempadan. Dalam hal pengelolaan daerah sempadan sumber air tersebut, pemerintah daerah dapat bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya. Sedangkan dalam hal penataan dan pemanfaatannya dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Penataan daerah sempadan sumber air air harus memerhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Bebas dari bangunan permanen, semipermanen dan permukiman;
2. Bebas pembuangan sampah, limbah padat dan limbah cair yang berbahaya terhadap lingkungan;
3. Seoptimal mungkin digunakan untuk jalur hijau;
4. Tidak mengganggu kelangsungan daya dukung, daya tampung, dan fungsi sumber air.
Pemanfaatan lahan di daerah sempadan dapat dilakukan untuk kegiatan-kegiatan :
1. Budi daya perikanan dan pertanian dengan jenis tanaman tertentu;
2. Pemasangan papan reklame, papan penyuluhan, dan peringatan, serta rambu-rambu pekerjaan;
3. Pemasangan jaringan kabel dan jaringan perpipaan, baik di atas maupun di dalam tanah;
4. Pemancangan tiang fondasi prasarana transportasi;
5. Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang bersifat ekonomi dan sosial kemasyarakatan lainnya, yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sumber air;
6. Pembangunan prasarana lalulintas air;
7. Pembangunan bangunan pengambilan dan pembuangan air.
Apabila melanggar ketentuan tentang perizinan, maka pelanggar diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling tinggi Rp 50.000.000,00. Akan tetapi, jika tindak pidananya mengakibatkan rusaknya sumber air dan prasarananya, mengganggu upaya pengawetan air dan/atau mengakibatkan pencemaran lingkungan, dikenakan ancaman pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pembangunan fasilitas umum dan/atau yang melintas di atas maupun di bawah dasar sumber air, harus mempertimbangkan ruang bebas di atas permukaan air tertinggi serta dasar sumber air yang terdalam. Gubernur dapat menetapkan suatu ruas di daerah sempadan yang merupakan lahan masyarakat untuk membangun jalan inspeksi dan/atau bangunan pengairan yang diperlukan, dengan ketentuan lahan tersebut dibebaskan.

Pembangunan bangunan hunian dan/atau sarana pelayanan umum yang didirikan di luar batas garis sempadan sumber air, harus mempunyai penampang muka atau bagian muka yang menghadap ke sumber air. Pembangunan tersebut harus mendapatkan izin dari pihak berwenang. Apabila bangunan yang sudah terbangun tidak sesuai dengan persyaratan tersebut, maka Perda No. 8/2005 memberikan toleransi waktu untuk menyesuaikan paling lambat dalam jangka waktu 5 tahun, terhitung diberlakukannya tanggal 9 September 2005.

Penetapan garis sempadan

Gubernur menetapkan garis sempadan di sekeliling dan di sepanjang kirin kanan sumber air, baik pada lokasi yang telah terbangun maupun yang belum terbangun, dengan mempertimbangkan perencanaan kapasitas daya tampung sumber air, kondisi tanah tebing sumber air, bangunan perlindungan tebing sumber air, jalur lintasan pemeliharaan sumber air dan pengaruh surut air laut. Khusus untuk mata air, sungai, danau, waduk, rawa, dan pantai pada lokasi yang belum terbangun harus mempertimbangkan hal-hal tersebut, serta batas minimal garis sempadannya.

Batas garis sempadan sumber air yang diatur di dalam pasal-pasal Perda No. 8/2005, antara lain :

1. Mata air ditetapkan sekurang-kurangnya dengan radius 200 meter di sekitar mata air;
2. Sungai bertanggul di kawasan pedesaan sekurang-kurangnya 5 meter diukur dari sebelah luar sepanjang kaki tanggung;
3. Sungai bertanggul di kawasan perkotaan sekurang-kurangnya 3 meter diukur dari sebelah luar kaki tanggul;
4. Sungai tidak bertanggul dilakukan ruas per ruas dengan mempertimbangkan luas daerah tangkapan air;
5. Sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan :
a. Kedalaman tidak lebih dari 3 meter, garis sempadan sekurang-kurangnya 10 meter dari tepi sungai;
b. Kedalaman lebih dari 3 meter sampai dengan 20 meter, garis sempadan sekurang-kurangnya 15 meter dari tepi sungai;
c. Kedalaman maksimum lebih dari 20 meter, garis sempadan sekurang-kurangnya 30 meter dari tepi sungai.
6. Sungai yang terpengaruh pasang surut air laut ditetapkan sekurang-kurangnya 100 meter dari tepi sungai dan berfungsi sebagai jalur hijau.
7. Sungai tidak bertanggul yang berbatasan dengan jalan, garis sempadan adalah tepi bahu jalan yang bersangkutan.
8. Situ, danau, waduk, dan rawa ditetapkan sekurang-kurangnya 50 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.
9. Rawa yang terpengaruh pasang surut air laut, ditetapkan sekurang-kurangnya 100 meter dari tepi rawa ke arah darat dan berfungsi sebagai jalur hijau.
10. Daerah sempadan pantai lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai, ditetapkan sekurang-kurangnya 100 meter dari titik pasak tertinggi ke arah darat.
11. Bagian atas dan bawah sumber air ditetapkan oleh gubernur dengan mempertimbangkan ruas bebas di atas permukaan tertinggi serta dasar sumber air terdalam.
Berdasarkan Pasal 22 Perda No. 8/2005, daerah – daerah sempadan sumber air tersebut dilarang untuk dimanfaatkan membuang sampah domestik, sampah industri, limbah padat dan limbah cair, mendirikan bangunan semipermanen dan permanen, serta mengeksploitasi dan mengeksplorasi di luar kepentingan konservasi sumber daya air.

Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 22 merupakan tindak pidana yang diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda tinggi banyak Rp 50.000.000,00. Apabila tindak pidana tersebut mengakibatkan rusaknya sumber air dan prasarananya, mengganggu upaya pengawetan air dan/atau mengakibatkan pencemaran lingkungan, maka akan dikenakan ancaman pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada saat Perda No. 8/2005 mulai berlaku, maka Perda No. 20/1995 tentang Garis Sempadan Sungai dan Sumber Air dan Perda No. 12/1997 tentang Pembangunan di Pinggir Sungai dan Sumber Air, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Hal-hal yang berkaitan dengan izin-izin pemanfaatan daerah sempadan yang dikeluarkan sebelum Perda ini, sepanjang tidak bertentangan, dinyatakan tetap belaku. Sedangkan izin-izin yang berkaitan dengan hal tersebut, yang telah dikeluarkan sebelumnya, diberikan kesempatan untuk menyesuaikan paling lama dalam jangka waktu 5 tahun terhitung sejak berlakunya Perda No. 8/2005. (Sumber : Biro Hukum Pemprov Jabar)Oleh KARTONO SARKIM