Valentine’s Day

kali ini, valentine’s day dirayain sama anak2 sekolah TPA Kasih Ibu Karang Panjang tanggal 16 Februari 2015. bingung juga mo ngasih kado apa buat teman2nya twins di sekolah. akhirnya beli bola dan mobil2….

gak sabar pengen liat hadiah yg dikasi teman2 twins ke twins….. ternyata chris dapet kaos dalam 3 bh dan si joe dapet baju kaos hitam….

happy valentine’s day twins…..

semoga tetap mau menjadi berkat bagi sesama…

internetan dari rumah

hari ini tes perdana pake paket speedy dari rumah… soalnya kalo setiap kali mau kirim email, kudu ke warnet terdekat. terdekat dari rumahku adalah 3km,jadi malas duluan kalo mau keluar…

sekarang ini, dah ada speedy di rumah,,,semoga bisa lancar jaya ngenet dari rumah…. amin…

terencana..

sebelum mengakhiri bulan september, nih aku punya beberapa rencana buat diriku sendiri, antara lain :

1. mo patuh terhadap program detoks yang akan kuikuti

2. gak mo lagi menunda-nunda pekerjaan

3. bikin planning selama sebulan, dan kudu dijalani…

serasa hidupku berantakan dan gak karuan, karena selalu menunda-nunda pekerjaan.. 😥

pendidikan Lingkungan Hidup

sekarang, di Ambon dah ada Peraturan Walikota No. 2 Tahun 2010 mengenai Kurikulum Muatan Lokal Wajib pendidikan Lingkungan Hidup untuk tingkat SD-SMU.
semoga, dengan adanya ketentuan wajib untuk menjadikan pendidikan lingkungan hidup sebagai mulok wajib, dapat meningkatkan kepedulian anak terhadap lingkungan dan meningkatkan rasa tanggung jawab anak untuk memelihara lingkungan… 🙂

Masak…

sejak ditinggal mami kemaren, terpaksa dapur yang setelah sekian lama ga dijamah, akhirnya terjamah juga.

bolak-balik buku resep makanan, mencoba mencari resep yang murah meriah tapi enak.. akhirnya.. tereeetttt…. Tahu Telur… hihiihi..

menunggu mas yang biasa lewat depan rumah. dulunya, kalo si mas berusaha teriak “sayuurrr..sayuuurr..” aku pura-pura gak denger, bahkan kadang gak denger sama sekali… tapi sekarang… tunggu dulu!! langkah kakinya dan suaranya harus kucermati, jangan sampai dia berjalan menjauh, dan akhirnya aku yang harus berlari-lari mengejarnya… jangan sampai deh…

hmmmm… tahu, daun bawang, daun seledri, tomat, dan semua bumbu yang akan melengkapi tahu telurku itu semua kubeli. terakhir, aku kudu beli telur 3 butir. maklumlah, isi kulkas bener2 kosong… hiks.. 😦

akhirnya, tiba waktunya aku bereksperimen dengan resep murah meriah tapi enak itu… 30 menit berlalu, dan tereeeeeenngggg….. akhirnya!!!

Tahu telur spesial yang agak keasinan itu pun jadi…

hore…. Tahu Telur pertamaku…

Ambon, 27 Februari 2010 (setelah menikmati tahu telur perdana)

ceRia..

ini disadur dari www.kapanlagi.com

semoga bisa jadi pribadi yang lebih ceria 🙂

Yang Ceria Lebih Tahan Perubahan Cuaca
KapanLagi.com – Tertawa dan bahagia tak hanya membuat kita jadi pribadi yang hangat dan menyenangkan, namun juga memberi efek positif pada kesehatan kita. Studi yang dilakukan Carnegie Mellon University menyatakan mereka yang selalu bahagia, ceria, bersemangat, optimis, dan selalu berpikir positif terbukti lebih jarang terserang masuk angin, tak mudah sakit, tak mudah tertular penyakit, dan memiliki daya tahan tubuh lebih baik saat perubahan cuaca.Hasil riset yang dipublikasikan di Psychosomatic Medicine Journal dan dilansir dari Healtday, Selasa (14/11/06) ini menyatakan perilaku dan pikiran positif menghadapi hidup terbukti bisa membantu meminimalkan infeksi virus saat pergantian musim. Dengan kata lain dalam studi yang sama juga dilakukan pada mereka yang memiliki pandangan negatif atau bisa dibilang sebagai pribadi yang pesimis, cemas, depresi, dan tak percaya diri.Studi yang dipimpin Sheldon Cohen, Professor Psychology dari Carnegie Mellon, ini meneliti 193 responden mulai usia 21 sampai 55 tahun berhubungan dengan sikap dan perilaku mereka setiap hari, mulai dari pribadi yang ceria, bahagia, sering tertawa, bersemang, mudah depresi, stres, minder, dan kurang percaya diri menghadapi situasi. Setelah data terkumpul, para responden ditulari rhinovirus atau virus penyebab influenza. Hasilnya, mereka yang memiliki sikap positif memiliki kekebalan tubuh jauh lebih baik dari mereka yang sering berpikiran negatif. Studi sebelumnya juga menunjukkan sikap diri yang positif yang menjadi kunci utama kesehatan seseorang. Kesimpulannya mereka yang selalu ceria, mudah tersenyum, dan selalu berpikir positif diyakini memiliki tingkat kesehatan yang jauh lebih baik dibanding individu yang berpikiran negatif. (healthday/rit) 


miKroBa daLam RumEn SaPi

ini ngambil dari artikel www.damandiri.or.id

Sistem Pencernaan RuminansiaPencernaan adalah rangkaian proses perubahan fisik dan kimia yangdialami bahan makanan selama berada di dalam alat pencernaan. Prosespencernaan makanan pada ternak ruminansia relatif lebih kompleksdibandingkan proses pencernaan pada jenis ternak lainnya. 

Perut ternak ruminansia dibagi menjadi 4 bagian, yaitu retikulum (perutjala), rumen (perut beludru), omasum (perut bulu), dan abomasum (perut sejati).Dalam studi fisiologi ternak ruminasia, rumen dan retikulum sering dipandangsebagai organ tunggal dengan sebutan retikulorumen. Omasum disebut sebagaiperut buku karena tersusun dari lipatan sebanyak sekitar 100 lembar. Fungsiomasum belum terungkap dengan jelas, tetapi pada organ tersebut terjadipenyerapan air, amonia, asam lemak terbang dan elektrolit. Pada organ inidilaporkan juga menghasilkan amonia dan mungkin asam lemak terbang(Frances dan Siddon, 1993). Termasuk organ pencernaan bagian belakanglambung adalah sekum, kolon dan rektum. Pada pencernaan bagian belakangtersebut juga terjadi aktivitas fermentasi. Namun belum banyak informasi yangterungkap tentang peranan fermentasi pada organ tersebut, yang terletak setelahorgan penyerapan utama. Proses pencernaan pada ternak ruminansia dapatterjadi secara mekanis di mulut, fermentatif oleh mikroba rumen dan secarahidrolis oleh enzim-enzim pencernaan. 

Pada sistem pencernaan ternak ruminasia terdapat suatu proses yangdisebut memamah biak (ruminasi). Pakan berserat (hijauan) yang dimakanditahan untuk sementara di dalam rumen. Pada saat hewan beristirahat, pakanyang telah berada dalam rumen dikembalikan ke mulut (proses regurgitasi),untuk dikunyah kembali (proses remastikasi), kemudian pakan ditelan kembali(proses redeglutasi). Selanjutnya pakan tersebut dicerna lagi oleh enzim-enzimmikroba rumen. Kontraksi retikulorumen yang terkoordinasi dalam rangkaianproses tersebut bermanfaat pula untuk pengadukan digesta inokulasi danpenyerapan nutrien. Selain itu kontraksi retikulorumen juga bermanfaat untukpergerakan digesta meninggalkan retikulorumen melalui retikulo-omasal orifice(Tilman et al. 1982). 

Di dalam rumen terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya.Mikroba rumen dapat dibagi dalam tiga grup utama yaitu bakteri, protozoa danfungi (Czerkawski, 1986). Kehadiran fungi di dalam rumen diakui sangatbermanfaat bagi pencernaan pakan serat, karena dia membentuk koloni padajaringan selulosa pakan. Rizoid fungi tumbuh jauh menembus dinding seltanaman sehingga pakan lebih terbuka untuk dicerna oleh enzim bakteri rumen. 

Bakteri rumen dapat diklasifikasikan berdasarkan substrat utama yangdigunakan, karena sulit mengklasifikasikan berdasarkan morfologinya.Kebalikannya protozoa diklasifikasikan berdasarkan morfologinya sebab mudahdilihat berdasarkan penyebaran silianya. Beberapa jenis bakteri yang dilaporkanoleh Hungate (1966) adalah : (a) bakteri pencerna selulosa (Bakteroidessuccinogenes, Ruminococcus flavafaciens, Ruminococcus albus, Butyrifibriofibrisolvens), (b) bakteri pencerna hemiselulosa (Butyrivibrio fibrisolvens,Bakteroides ruminocola, Ruminococcus sp), (c) bakteri pencerna pati(Bakteroides ammylophilus, Streptococcus bovis, Succinnimonas amylolytica, (d) bakteri pencerna gula (Triponema bryantii, Lactobasilus ruminus), (e) bakteri pencerna protein (Clostridium sporogenus, Bacillus licheniformis). 

Protozoa rumen diklasifikasikan menurut morfologinya yaitu: Holotrichsyang mempunyai silia hampir diseluruh tubuhnya dan mencerna karbohidrat yangfermentabel, sedangkan Oligotrichs yang mempunyai silia sekitar mulutumumnya merombak karbohidrat yang lebih sulit dicerna (Arora, 1989).